Artikel berikut akan membahas
tips dan panduan memilih kamera dslr untuk pemula yang ingin memulai
belajar fotografi dengan serius. Tips membeli kamera dslr bagi pemula ini bukan suatu keharusan yang mesti dilaksanakan. Namun hanya sebatas panduan singkat untuk menambah wawasan Anda semua.
Beberapa tahun yang lalu, bagi penghobi
fotografi pemula, tidak
pernah terpikirkan untuk membeli sebuah kamera DSLR, mungkin takut
terlihat lebay saat itu .. hehe. Maksimal mereka hanya akan membeli
sebuah kamera poket atau konsumer dengan minimal terdapat fitur kontrol
aperture dan shutter secara manual. Kemudian jaman berganti, akhir-akhir
ini tak jarang kita melihat bukan saja para penghobi fotografi, bahkan
untuk foto-foto dokumentasi keluarga juga banyak yang menggunakan kamera
DSLR.
Tentunya masing-masing memiliki pertimbangan, mungkin hanya
sekedar gengsi agar terlihat keren, mungkin karena harganya yang sudah
terjangakau atau bisa jadi memang ingin mendapatkan kualitas foto yang
terbaik.
Bagi yang ingin menjadi fotografer yang serius, baik
amatir maupun menargetkan untuk menjadi profesional, hal yang pertama
harus dilakukan adalah memahami kamera apa yang cocok baginya.
Keseriusan seorang fotografer tidak diidentikkan dengan besarnya kamera
DSLR yang menggantung dilehernya, tidak sama sekali. Saya mengenal dan
melihat banyak, banyak sekali foto-foto terbaik dihasilkan tidak melulu
dari sebuah DSLR, tapi bisa dari kamera pocket atau bahkan dari kamera
handphone.
Jadi apa yang menjadi konsen untuk memilih kamera DSLR bagi
fotografer pemula ? Atau kamera selain DSLR ?
Perbedaan Mendasar Kamera DSLR, Mirrorless dan Kamera Pocket
DSLR vs Mirrorless
Saat
ini ada 3 mainstream dalam dunia kamera, yaitu kamer DSLR, Mirrorless
dan Kamera Pocket. Kamera DSLR dan kamera pocket lahir di zaman yang
sama saat era digitalisasi film menjadi sensor. Kamera pocket ukurannya
lebih kecil karena menggunakan sensor yang kecil sehingga lensa-nya pun
bisa berukuran kecil. Kamera pocket diperuntukkan biasanya lebih ke foto
dokumentasi keluarga dan event-event tertentu yang tidak membutuhkan
hasil foto dengan kualitas tinggi. Saat ini kamera pocket sudah mulai
digusur oleh keberadaan kamera smartphone, yang terintegrasi ke berbagai
aplikasi dan social media.
Kamera DSLR ditandai utamanya dengan
ukuran sensor yang besar (APS-C atau Full Frame), lensa yang bisa
diganti, terdapat mirror pada body untuk mengarahkan cahaya obyek ke
optical viewfinder. Ukurannya jauh lebih besar dan berat dari kamera
pocket, tetapi dengan hasil foto yang memang kualitasnya lebih bagus.
Dan terutama nih, terlihat kereeen, gede gitu loh :D.
Sedangkan
kamera Mirrorless adalah genre baru dengan hilangnya mirror dan optical
viewfinder dan digantikan dengan elektronic viewfinder (EVF). Hasilnya,
body yang sekecil kamera pocket, tetapi kualitas gambar menyamai kamera
DSLR. Keluhan pada kamera Mirrorless adalah penggunaan EVF yg dirasa
tidak sebaik optical, juga auto-focus yang tidak sebaik DSLR untuk
pengambilan gambar obyek bergerak. Sebagai informasi berbagai jenis
kamera digital tersebut bisa dilihat di situs toko elektronik online yang sudah banyak tersedia.
Mengenal Level Market Kamera DSLR
Jadi
bagaimana ? Masih ingin memilih kamera DSLR ? Baik kita lanjutkan.
Kamera DSLR memliki beberapa level antara lain entry-level dengan range
harga 4 s/d 7 juta, kemudian mid-level dengan range harga 8 s/d 15 juta,
terakhir high-end dengan range harga di atas 16 juta.
Kamera
entry-level biasanya cukup untuk fotografer pemula untuk menekuni
hobinya. Semua kontrol manual tersedia mulai dari setting aperture,
shutter, ISO memudahkan dalam pengambilan gambar yang kreatif. Body
tidak terbuat material yang kuat, jadi mungkin agak kurang kokoh. Contoh
kamera DSLR entry level adalah Canon 1000D, Canon 650D, Nikon D3200,
Nikon D5200, Pentax K-30 dll.
Mana yang terbaik ? Menurut saya sebelas
duabelas-lah, sama saja. Tidak ada yang lebih istimewa, teknologi yang
digunakan hampir sama semua, mungkin hasil berbeda pada selera tingkat
ketajaman, selera tone warna. Tetapi tetap saja, sebaiknya putuskan
setelah membaca review kamera-kamera tersebut, hati lebih sreg yang
mana, nah beli segera hehe .. buru-buru amat.
Saya tidak sarankan
bagi fotografer pemula untuk langsung terjun ke mid-level atau high-end,
karena banyak fitur-fitur yang mubadzir tidak akan kita gunakan,
misalnya weather-sealed (anti cuaca), atau body magnesium alloy, atau
yang ber-sensor Full Frame.
Menyadari Budget Yang Tersedia
Kecuali
budget yang tersedia memang tak terbatas, silahkan memilih kamera
termahal. Bercanda kok :D … tetaplah bijak membeli sesuai kebutuhan.
Investasikan kelebihan budget ke lensa-lensa dan peralatan fotografi
lainnya. Karena lensa salah satu penentu kualitas foto yang dihasilkan.
Lebih baik memakai body kamera DSLR entry-level tetapi menggunakan lensa
yang high-end daripada sebaliknya, kamera high-end lensanya abal-abal.
Sedangkan
bagi budget yang pas-pasan, ya sadarilah, mau gak mau ya DSLR
entry-level. Minimal dapat lensa kit standard, biasanya 18-55mm
f/3.5-5.5, sudah cukup untuk memulai hobi fotografi. Tidak usah
pedulikan misalkan megapixel-nya kalah dengan kamera tetangga, lensanya
gini gitu, jangan terjebak dalam banding membandingkan tidak akan pernah
selesai.
Just Buy It and Take A Photograph
Berikutnya
setelah yakin dengan pilihan hati, segera beli dan mulailah ambil foto
sebanyak-banyaknya. Fase terberat bagi seorang penghobi fotografi
bukanlah memilih dan membeli, tapi melanggengkan hobi itu sendiri. Saya
selalu menyarankan kepada teman-teman yang baru terjun di dunia
fotografi,
“foto aja, jangan kebanyakan diskusi, foto dan foto”.
Foto
sebanyak-banyaknya, di mana saja, kapan saja. Ini membentuk insting
awal sebagai seorang fotografer dan berikutnya bisa menjadikan fotografi
adalah passion. Yang menentukan foto bagus itu bukan orang lain kok,
juga bukan 100% kamera DSLR kita, tapi hampir pasti kita sendiri.
Oke
sekian dulu artikel tentang memilih kamera DSLR, semoga bermanfaat.
Terakhir bagi yang ingin tahu
daftar kamera DSLR apa saja sih dan kisaran harganya, bisa mampir ke berbagai toko online Kamera SLR.