Kamera FujiFilm X70, Mirrorless Termungil & Teringan Bersensor APS-C

Posted by kameranews.com on Thursday, February 11, 2016

Kamera saku yang satu ini jangan dianggap remeh. Memang hanya berupa kamera ringan dan kecil dengan lensa built-in Fujinon 18.5mm F2.8. Namun lensa setara 28mm ini bisa “berbahaya” di tangan yang tepat. FujiFilm X70 menjadi kamera pertama di X-Series yang mengusung teknologi layar sentuh.


Layar LCDnya pun bisa dilipat 180 derajat untuk memotret unusual angle dan selfie. Hanya berbobot 380 gram saja, bagian atas dan tombol-tombol atas berlapis aluminium. Seperti kamera yang lebih mahal, X70 dilengkapi gelang kompensasi eksposur. Fotografer yang terbiasa menggunakan kamera canggih, tetap bisa men-setting kamera “seperti biasa” meski kamera ini hanya kamera saku.

Spesifikasi Kamera Mirrorless FujiFilm X70


Pengguna pemula dan bukan-fotografer tak perlu khawatir lantaran ada tuas Auto Mode Switch dan Advanced SR Auto, yang menjamin keriaan Anda berfotografi dengan X70. Resep kualitas prima foto-foto hasil X70 ada pada sensor APS-X X-Trans CMOS II dan prosesor EXR Processor II. Sensor beresolusi 16.3 MP ini mewarisi teknologi keping sensor yang sama dengan kamera-kamera X-Series yang lebih canggih.

Moda-moda canggih seperti di X-T1 dan X-T10 pun ditanam di X70. Sebut saja ISO yang bisa setinggi 51,200, koreksi difraksi lensa dengan Lens Modulation Optimizer secara otomatis dan semua Film Simulation.

Tak hanya sampai di situ, kamera mungil X70 ini juga punya berbagai Advanced Filter untuk bermain-main efek kreatif. Mode Multiple Exposure pun ditanamkan FujiFilm di X70. Bahkan, moda interval timer shooting untuk time lapse pun tak ketinggalan dipasang di X70, mulai dari 1 detik hingga 24 jam untuk maksimum 999 foto. Yang bikin geleng kepala, bisa jadi, kamera saku X70 ini ternyata juga ber-electronic shutter hingga kecepatan 1/32000 detik.

FujiFilm juga serius menanam teknologi otofokus (AF) di X70. Moda Single Point tersedia bersama-sama dengan moda Zone dan moda Wide/Tracking. Jumlah titik fokusnya pun sama dengan X-T1 dan X-Pro2 sebanyak 77 titik fokus, yang bisa memprediksi arah perubahan subyek bergerak untuk memfokus. Tersedia pula fitur Eye Detection AF yang secara cerdas mendeteksi dan memfokus pada mata manusia.

Dengan teknologi phase detection dan subject movement AF, X70 bisa memotret pada kecepatan 8 frame per detik (fps) pada moda AF-C. Slot kartu memori X70 bisa menerima SDHC UHS II, sehingga secara teknis bisa memotret tanpa jeda sedikit pun. Untuk membuat bokeh dengan F2.8, X70 bisa memotret hingga kira-kira 10 cm saja dari subyek.

Sistem video X70 pun canggih, seperti kamera-kamera yang lebih besar. AF tetap bekerja meski sedang merekam. Halus dengan kecepatan 60 fps, X70 merekam video Full HD baik dengan moda exposure otomatis maupun manual.

Keandalan X70 masih berjaya dengan remote control dari smartphone dan tablet Anda. Anda bisa mengoperasikan X70 dari jauh, tanpa menggenggam kamera. Anda pun bisa wireless transfer foto-foto dan video dari kamera langsung ke smartphone dan tablet.

Oya, ada aksesori menarik untuk X70, yakni external optical viewfinder VF-X21. Selain fungsional saat memotret, penampilan jadi lebih gaya. sumber tipsfotografi.net
More about → Kamera FujiFilm X70, Mirrorless Termungil & Teringan Bersensor APS-C

Nikon Df Hadir Di Indonesia

Posted by kameranews.com on Monday, December 9, 2013

Nikon Df menyajikan perpaduan antara desain klasik dan kontrol kamera film Nikon seperti
seri F, F3 dan FM/FE dengan teknologi canggih DSLR Nikon format FX.

Harga kamera Nikon Df ini dibandrol US$ 2.749,95 untuk bodi dan US$ 2.999,95 dengan lensa edisi spesial AF-S Nikkor 50mm f/1.8G. Bodi kamera tersedia dalam warna hitam klasik dan silver dengan aksen hitam.

Gaya retronya ditampilkan dari tombol pengaturan, jendela bidik berbentuk pentaprisma, dan konstruksi panel atasnya yang datar terbuat dari campuran magnesium ringan dan kokoh. Kamera ini dilengkapi sensor CMOS format FX 16.2 MP dan prosesor gambar EXPEED 3. Sensor CMOS sebesar 36×23.9mm mampu memaksimalkan kualitas gambar pada berbagai situasi pencahayaan, baik untuk lanskap, wildlife, atau pernikahan.

Kamera ini juga memiliki High Dynamic Range (HDR) yang tertanam untuk meningkatkan jangkauan tonal.

Fitur lainnya antara lain sistem AF 39-titik dengan 3D Tracking dan Auto Area AF, mode burst pada 5.5 fps, layar LCD 3,2” (921k dot), WU-1a Wireless Mobile Adapter untuk koneksi instan dengan perangkat ponsel pintar, rentang ISO dari 100 hingga 12.800 (dapat ditingkatkan sampai 204.800). Pada kamera Df ini, Nikon telah mengembangkan sebuah sistem mounting yang dapat berfungsi dengan lensa-lensa terbaru AF-S, AF-D, dan AF Nikkor.

Menurut Fernando Setiawan dari Divisi Marketing Communication PT Nikon Indonesia, “Nikon Df diperkirakan akan hadir di sini pada akhir Desember. Untuk harganya masih berkisar di antara harga retail di Amerika.” Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini
More about → Nikon Df Hadir Di Indonesia

Tips Memilih Kamera DSLR Bagi Fotografer Pemula

Posted by kameranews.com on Wednesday, November 20, 2013

Artikel berikut akan membahas tips dan panduan memilih kamera dslr untuk pemula yang ingin memulai belajar fotografi dengan serius. Tips membeli kamera dslr bagi pemula ini bukan suatu keharusan yang mesti dilaksanakan. Namun hanya sebatas panduan singkat untuk menambah wawasan Anda semua.

Beberapa tahun yang lalu, bagi penghobi fotografi pemula, tidak pernah terpikirkan untuk membeli sebuah kamera DSLR, mungkin takut terlihat lebay saat itu .. hehe. Maksimal mereka hanya akan membeli sebuah kamera poket atau konsumer dengan minimal terdapat fitur kontrol aperture dan shutter secara manual. Kemudian jaman berganti, akhir-akhir ini tak jarang kita melihat bukan saja para penghobi fotografi, bahkan untuk foto-foto dokumentasi keluarga juga banyak yang menggunakan kamera DSLR.

Tentunya masing-masing memiliki pertimbangan, mungkin hanya sekedar gengsi agar terlihat keren, mungkin karena harganya yang sudah terjangakau atau bisa jadi memang ingin mendapatkan kualitas foto yang terbaik.

Bagi yang ingin menjadi fotografer yang serius, baik amatir maupun menargetkan untuk menjadi profesional, hal yang pertama harus dilakukan adalah memahami kamera apa yang cocok baginya. Keseriusan seorang fotografer tidak diidentikkan dengan besarnya kamera DSLR yang menggantung dilehernya, tidak sama sekali. Saya mengenal dan melihat banyak, banyak sekali foto-foto terbaik dihasilkan tidak melulu dari sebuah DSLR, tapi bisa dari kamera pocket atau bahkan dari kamera handphone.

Jadi apa yang menjadi konsen untuk memilih kamera DSLR bagi fotografer pemula ? Atau kamera selain DSLR ?
Perbedaan Mendasar Kamera DSLR, Mirrorless dan Kamera Pocket
DSLR vs Mirrorless
DSLR vs Mirrorless
Saat ini ada 3 mainstream dalam dunia kamera, yaitu kamer DSLR, Mirrorless dan Kamera Pocket. Kamera DSLR dan kamera pocket lahir di zaman yang sama saat era digitalisasi film menjadi sensor. Kamera pocket ukurannya lebih kecil karena menggunakan sensor yang kecil sehingga lensa-nya pun bisa berukuran kecil. Kamera pocket diperuntukkan biasanya lebih ke foto dokumentasi keluarga dan event-event tertentu yang tidak membutuhkan hasil foto dengan kualitas tinggi. Saat ini kamera pocket sudah mulai digusur oleh keberadaan kamera smartphone, yang terintegrasi ke berbagai aplikasi dan social media.

Kamera DSLR ditandai utamanya dengan ukuran sensor yang besar (APS-C atau Full Frame), lensa yang bisa diganti, terdapat mirror pada body untuk mengarahkan cahaya obyek ke optical viewfinder. Ukurannya jauh lebih besar dan berat dari kamera pocket, tetapi dengan hasil foto yang memang kualitasnya lebih bagus. Dan terutama nih, terlihat kereeen, gede gitu loh :D.

Sedangkan kamera Mirrorless adalah genre baru dengan hilangnya mirror dan optical viewfinder dan digantikan dengan elektronic viewfinder (EVF). Hasilnya, body yang sekecil kamera pocket, tetapi kualitas gambar menyamai kamera DSLR. Keluhan pada kamera Mirrorless adalah penggunaan EVF yg dirasa tidak sebaik optical, juga auto-focus yang tidak sebaik DSLR untuk pengambilan gambar obyek bergerak. Sebagai informasi berbagai jenis kamera digital tersebut bisa dilihat di situs toko elektronik online yang sudah banyak tersedia.

Mengenal Level Market Kamera DSLR
Jadi bagaimana ? Masih ingin memilih kamera DSLR ? Baik kita lanjutkan. Kamera DSLR memliki beberapa level antara lain entry-level dengan range harga 4 s/d 7 juta, kemudian mid-level dengan range harga 8 s/d 15 juta, terakhir high-end dengan range harga di atas 16 juta.

Kamera entry-level biasanya cukup untuk fotografer pemula untuk menekuni hobinya. Semua kontrol manual tersedia mulai dari setting aperture, shutter, ISO memudahkan dalam pengambilan gambar yang kreatif. Body tidak terbuat material yang kuat, jadi mungkin agak kurang kokoh. Contoh kamera DSLR entry level adalah Canon 1000D, Canon 650D, Nikon D3200, Nikon D5200, Pentax K-30 dll.

Mana yang terbaik ? Menurut saya sebelas duabelas-lah, sama saja. Tidak ada yang lebih istimewa, teknologi yang digunakan hampir sama semua, mungkin hasil berbeda pada selera tingkat ketajaman, selera tone warna.  Tetapi tetap saja, sebaiknya putuskan setelah membaca review kamera-kamera tersebut, hati lebih sreg yang mana, nah beli segera hehe .. buru-buru amat.

Saya tidak sarankan bagi fotografer pemula untuk langsung terjun ke mid-level atau high-end, karena banyak fitur-fitur yang mubadzir tidak akan kita gunakan, misalnya weather-sealed (anti cuaca), atau body magnesium alloy, atau yang ber-sensor Full Frame.
Menyadari Budget Yang Tersedia
Kecuali budget yang tersedia memang tak terbatas, silahkan memilih kamera termahal. Bercanda kok :D … tetaplah bijak membeli sesuai kebutuhan. Investasikan kelebihan budget ke lensa-lensa dan peralatan fotografi lainnya. Karena lensa salah satu penentu kualitas foto yang dihasilkan. Lebih baik memakai body kamera DSLR entry-level tetapi menggunakan lensa yang high-end daripada sebaliknya, kamera high-end lensanya abal-abal.

Sedangkan bagi budget yang pas-pasan, ya sadarilah, mau gak mau ya DSLR entry-level. Minimal dapat lensa kit standard, biasanya 18-55mm f/3.5-5.5, sudah cukup untuk memulai hobi fotografi. Tidak usah pedulikan misalkan megapixel-nya kalah dengan kamera tetangga, lensanya gini gitu, jangan terjebak dalam banding membandingkan tidak akan pernah selesai.
Just Buy It and Take A Photograph
Berikutnya setelah yakin dengan pilihan hati, segera beli dan mulailah ambil foto sebanyak-banyaknya. Fase terberat bagi seorang penghobi fotografi bukanlah memilih dan membeli, tapi melanggengkan hobi itu sendiri. Saya selalu menyarankan kepada teman-teman yang baru terjun di dunia fotografi, “foto aja, jangan kebanyakan diskusi, foto dan foto”.

Foto sebanyak-banyaknya, di mana saja, kapan saja. Ini membentuk insting awal sebagai seorang fotografer dan berikutnya bisa menjadikan fotografi adalah passion. Yang menentukan foto bagus itu bukan orang lain kok, juga bukan 100% kamera DSLR kita, tapi hampir pasti kita sendiri.
Oke sekian dulu artikel tentang memilih kamera DSLR, semoga bermanfaat. Terakhir bagi yang ingin tahu daftar kamera DSLR apa saja sih dan kisaran harganya, bisa mampir ke berbagai toko online Kamera SLR.
More about → Tips Memilih Kamera DSLR Bagi Fotografer Pemula

Kamera Polaroid iM 1836 Pertama Berbasis Android

Posted by kameranews.com on Friday, January 11, 2013

Kini bukan rumor lagi. Polaroid secara resmi telah meluncurkan kamera pertamanya yang berbasis Android. Kamera 18 MP Polaroid iM 1836 sudah dipajang di booth Polaroid di CES (Consumer Electronics Show) 2013 Las Vegas, AS.

Kamera ini, yang diproduksi oleh Sakar sebagai pemegang lisensi merek Polaroid, berlensa interchangeable dan memiliki OS Android 4.1 Jelly Bean terbaru. Polaroid iM 1836 juga dilengkapi lensa zoom 10-30mm; layar sentuh LCD 3.5” dan interface/menu Android yang jernih; pendeteksi Auto blink; Auto face exposure; dan pop-up flash.

Ia mampu merekam video full-HD 1080p dan dilengkapi output port HDMI yang sudah built-in; koneksi Wi-Fi sehingga pengguna bisa mengunggah dan berbagi gambar melalui Facebook, Twitter, YouTube, Flickr, Vimeo, dan masih banyak lagi; koneksi Bluetooth; dan aplikasi berbagi foto Polaroid dalam menunya.

Kamera ini juga menawarkan fleksibilitas untuk mengeksplorasi kreasi menggunakanlensa interchangeable, karena semua sistem lensa Micro Four Thirds bisa diaplikasikan ke kamera ini dengan menggunakan adapter. Polaroid iM 1836 dipasarkan dengan harga US$ 399.
More about → Kamera Polaroid iM 1836 Pertama Berbasis Android

Nikon 1 J3 & 1 S1 Terbaru dengan AF 73-poin dan 15 fps

Posted by kameranews.com

Nikon seri 1 terbaru J3 dan S1 menawarkan kecepatan dan performa yang lebih bagus, gambar berkualitas tinggi dan mode foto kreatif yang mudah dipakai. Nikon J3 memiliki beberapa fitur seperti sensor CMOS 14.2 MP format CX, lensa 11-27mm, dan rentang ISO 160 sampai 6400; sedangkan Nikon S1 memiliki fitur seperti sensor CMOS 10.1 MP format CX, lensa 11-27.5mm, dan rentang ISO antara 100 sampai 6400.

Kedua kamera ini memiliki layar LCD 3” yang lebar dan terang dan built-in flash yang bisa diatur mencuat secara manual ataupun otomatis. Selain itu, kedua kamera ini memiliki sistem Hybrid Autofocus (AF) canggih yang cepat dan responsif, juga sebuah AF 73-poin untuk memperoleh fokus yang akurat dan presisi.

Mode memotretnya terdiri dari Auto Mode, Creative Mode, Advanced Movie, Motion Snapshot, dan Best Moment Capture. Kesemuanya mudah diakses dan diaplikasikan. Pengguna akan dengan mudah berbagi dan mentransfer gambar-gambar ke perangkat pintar secara instan saat dikoneksikan ke Optional WU-1b Wireless Mobile Adapter.

Nikon 1 J3 dan 1 S1 akan mulai dipasarkan pada Februari, masing-masing dengan harga US$ 599.99 (dengan lensa 10-30mm) dan US$ 499.95 (dengan lensa 11-27.5mm). untuk informasi lebih detail, klik www.nikonusa.com.
More about → Nikon 1 J3 & 1 S1 Terbaru dengan AF 73-poin dan 15 fps

Sony CyberShot Terbaru Dilengkapi Operasi Kecantikan

Posted by kameranews.com

Sony fokus pada beberapa pengembangan penting untuk lima kamera Sony CyberShot terbarunya, seperti pengurangan blur pada situasi low-light, pemotretan yang lebih stabil dan otofokus yang lebih cepat saat zooming, flash pintar terbaru yang meningkatkan exposure saat flash didigunakan, dan efek Beauty built-in (mampu mengedit warna dan memperhalus kulit, menghilangkan kilat, memperlebar mata, dan memutihkan gigi). Kamera ini memiliki semacam alat “operasi kecantikan” didalamnya.

DSC-H200 dipersenjatai sensor CCD 20.1 MP, lensa lebar 22.3mm dengan fungsi Sweep Panorama, 26x zoom optikal, monitor LCD 3” (460k dot), sensitifitas ISO sampai 3200, dan video 720p HD MP4. Kamera ini dibandrol US$ 249,99 dan mulai didistribusikan pada 3 Januari lalu.

Sony DSC-WX80 memiliki sensor CMOS 16.2 MP Back-illuminated Exmor R (kamera point-and-shot pertama Sony yang memakai sensor CMOS); lensa lebar 25mm Carl Zeiss Vario Tessar yang mampu menghasilkan kecepatan dan resolusi tinggi, dan sensitifitas low-light yang mengagumkan; 8x zoom optikal; sensitifitas ISO sampai 12.800, prosesor gambar BIONZ dengan kemampuan 10 fps, perekam video full-HD 1080/60i, dan built-in Wi-Fi. Harganya US$ 199,99 dan mulai didistribusikan pada 22 Januari.

DSC-W730 dilengkapi lensa lebar 25mm Carl Zeiss Vario Tessar, sensor CCD 16.1 MP, zoom optikal 8x dengan kemampuan zoom pintar VGA 57x, layar LCD 2.7” (230k dot), mode burst 1 fps, dan mode perekam video HD MP4 720p . Harganya US$ 139,99 dan mulai didistribusikan pada 25 Januari.

W710 menggunakan sensor CCD 16.1 MP, lensa dengan zoom optikal 5x, penstabil gambar SteadyShot, layar LCD 2.7” (230k dot), ISO sampai 3200, zoom pintar VGA 36x, dan mode perekam video AVI 720p. W710 mulai didistribusikan pada 25 Januari dengan harga US$ 99, 99.

TF1 dilengkapi dengan sensor CCD 16.1 MP, lensa lebar 25mm, zoom optikal 4x, SteadyShot sebagai penstabil gambar, mode Sweep Panorama (sampai 360°), dan mode perekam video AVI 720p. Dengan bodi kokoh yang anti-air sampai kedalaman 33 kaki, tahan banting sampai ketinggian 5-kaki, anti- debu, anti-beku pada suu 14°F (-10°C). TF1 mulai dipasarkan 8 Januari dengan harga US$ 199,99
More about → Sony CyberShot Terbaru Dilengkapi Operasi Kecantikan

Kamera Kompak Fujifilm X20 dan Fujifilm X100S

Posted by kameranews.com

Setelah rumor berkembang, akhirnya Fujifilm mengungkapkan spesifikasi resmi kamera kompak X20 dan X100S terbarunya. Keduanya telah diluncurkan di CES (Consumer Electronic Show) 2013 di Las Vegas, 8-11 Januari.

X100S diklaim sebagai kamera dengan kecepatan AF tercepat didunia yang mencapai 0,08 detik. Phase Detection-nya sudah built-in. X100S menawarkan fitur-fitur utama seperti sensor 16.3 MP APS-C X-Trans CMOS II dengan penataan filter warna yang unik dan teracak.

Prosesor EXR II yang mampu memotret terus-menerus sampai 6 fps (maksimal 29 frame) pada resolusi maksimal; sebuah Digital Split Image yang menampilkan gambar ganda pada sisi kiri dan kanan untuk disejajarkan untuk fokus manual; fungsi Focus Peak Highlight; Hybrid Viewfinder (OVF/EVF) berdefinisi tinggi; lensa Fujinon 23mm f/2 dengan lapisan HT-EBC, secara efektif mengontrol flare dan ghosting; flash super pintar; 8 filter artistik; dan perekam video full-HD (1920 x 1080) pada 60 fps.

Fujifilm X20, kamera kompak kelas premium, menawarkan fitur-fitur utama seperti sensor 12 MP 2/3 X-Trans CMOS II; Optical Viewfinder terbaru dengan Panel Trans Digital; built-in Phase Detection yang memungkinkan AF berkecepatan tinggi hanya 0.06 detik; Prosesor EXR II yang menawarkan respon berkecepatan tinggi, 12 fps pada resolusi penuh 12 MP; lensa f/2.0-2.8 dengan 4x zoom; 8 filter terbaru; dan perekam video full-HD (1920 x 1080) pada 60 fps.
More about → Kamera Kompak Fujifilm X20 dan Fujifilm X100S

Kamera Pentax MX-1 Kompak & Serbaguna

Posted by kameranews.com

Pentax Ricoh telah meluncurkan kamera kompak digital Pentax MX-1 menyusul Samsung NX300. Kamera ini memiliki beberapa fitur seperti sebuah sensor gambar 12 MP back- illuminated CMOS dengan sensitifitas ISO sampai dengan 12.800; lensa optik 4x zoom dengan bukaan maksimal f1.8 sampai f2.5; dan lensa sudut lebar 28mm (dalam format 35mm).

Pentax MX-1 juga memiliki mode super makro sampai jarak 1 cm, Shake Reduction (SR); perekam video full-HD (1920 x 1080 pixel pada rasio aspek 16:9 dan pada kisaran 30 fps); mode time-lapse; dan mode film berkecepatan tinggi.

Kamera ini dilengkapi dengan layar monitor LCD 3” berdefinisi tinggi (920k dots), pegangan bertekstur karet, pelat logam pada bagian atas dan bawahnya, sensor IR untuk remote control di bagian depan dan belakangnya, dan autoflash.

MX-1 akan mulai tersedia di pasaran pada pertengahan Februari dengan harga £ 399.99. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.pentax.co.uk

More about → Kamera Pentax MX-1 Kompak & Serbaguna

Samsung Perkenalkan Kamera NX300 & Lensa 3D

Posted by kameranews.com

Samsung memperkenalkan kamera terbarunya Samsung NX300 berjenis compact system camera (CSC) dan sebuah lensa NX 45mm f1.8 2D/3D (dijual terpisah), sistem lensa 3D pertama yang mampu menangkap baik gambar foto maupun video full-HD dalam kualitas 3D yang sempurna.

NX300 memiliki fitur-fitur berupa sensor 20.3 MP APS-CMOS; rentang ISO yang lebar (100-25600) yang mampu menangkap gambar dengan seimbang walaupun dalam keadaan paling gelap sekalipun; sistem otofokus Hybrid (AF) untuk fase yang cepat dan akurat dan mendeteksi kontras; kecepatan maksimum shutter 1/6000 detik, 8.6 fps untuk pengambilan gambar continuous; dan mesin DRIMe IV yang mampu mereproduksi warna lebih baik dan mengurangi noise dengan lebih baik, dan juga mampu untuk merekam video full-HD 1080p dalam 2D dan 3D (saat dikombinasikan dengan lensa Samsung 45mm 2D/3D).

Kamera ini juga didukung layar AMOLED selebar 84mm (3.31”), layar sentuh hybrid, koneksi Wi-Fi dengan tombol DIRECT LINK untuk berbagi gambar secara langsung ke jejaring sosial, dan layar yang bisa disesuaikan sudutnya untuk mengambil gambar dengan sudut yang tinggi dan rendah.
Samsung NX300 dibandrol sekitar US$ 750 dan lensa NX 45mm f1.8 2D/3D sekitar US$ 500.

Anda ingin memiliki  kamera Samsung NX300 untuk belajar fotografi ?
More about → Samsung Perkenalkan Kamera NX300 & Lensa 3D

Canon PowerShot N Instagram dalam bentuk Kamera

Posted by kameranews.com

Canon telah meluncurkan kamera Canon PowerShot N yang disebut-sebut sebagai tipe yang benar- benar baru dari kamera point-and-shoot di CES 2013. Dengan desain persegi yang unik, kamera ini menyuguhkan portabilitas, pengoperasian sederhana dan konektifitas.

Dengan dimensi hanya 7.86 x 6.02 x 2.93 cm saat layar dan lensa tertutup, PowerShot N sangat kompak untuk dimasukkan ke dalam kantung Anda, dan sangat mudah untuk dibawa ke mana saja. Pengisian baterai lewat

USB juga menambah kanyamanan. Baterainya sendiri dapat diisi dengan cepat dan mudah saat bepergian.

Seri N ini sangat simpel sekali dan hanya memiliki tiga tombol saja yaitu tombol power, playback dan koneksi Wi-Fi. Lalu, di mana letak tombol rananya? Rana terletak pada ring lensanya, begitu juga dengan tombol zoom.

Layar sentuh 2,8”-nya memudahkan Anda untuk mengoperasikan fungsi fokus ataupun shutter cukup hanya dengan sentuhan. Layarnya yang bisa disesuaikan sudutnya juga memberi angle pemotretan yang Anda inginkan, bahkan sudut yang ekstrem sekalipun. Kamera ini tersedia dalam warna hitam dan putih, dan badan persegi bermaterial logam itu didominasi oleh lensa optik 28mm 8x zoom.

Saat anda menembak dengan mode Creative Shot, kamera ini mampu melakukannya dengan pintar dari menentukan exposure, zooming sampai pengaplikasian filter. Mirip Instagram, Anda juga dapat memodifikasi hasil jepretan Anda. Selain foto, Anda juga bisa membuat rekaman video full-HD. Dengan tombol koneksi Mobile Device, Anda dapat mengunggah foto ataupun video ke jejaring sosial sesaat setelah Anda menjepret.

Dilengkapi dengan sensor 12.1 MP CMOS dan prosesor gambarDIGIC 5, dan mendukung ISO maksimal 6400, PowerShot N akan mulai dipasarkan April dengan harga US$ 300
More about → Canon PowerShot N Instagram dalam bentuk Kamera

5 Element Untuk Foto Yang Menakjubkan

Posted by kameranews.com on Friday, November 23, 2012


Setiap orang yang memiliki kamera pastinya ingin menghasilkan foto yang menakjubkan sehingga orang lain akan berkomentar “Wow, foto yang luar biasa!”, tetapi hanya sedikit yang mendapat pengakuan atau komentar seperti itu.
Kenapa? Mungkin karena tidak banyak dari fotografer yang tahu bagaimana menghasilkan foto yang menakjubkan dan luar biasa.

So, marilah kita coba untuk melihat 5 elemen yang membuat foto menjadi menakjubkan:

1. Foto yang menakjubkan adalah foto yang mempunyai komposisi yang baik.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang komposisi dan elemen-elemennya, selain itu Anda dapat juga mempelajari tentang komposisi foto melalui buku, e-book atau website yang membahas tentang fotografi. Berikut adalah hal-hal sederhana yang perlu diingat tentang komposisi yang baik:

Mengambil foto lebih dekat ke objek. Foto embun di kelopak bunga mawar lebih menakjubkan untuk dilihat dibandingkan dengan foto bunga mawar dari kejauhan yang bisa mengaburkan point of interest (objek yang menjadi pusat perhatian) sebuah foto. 

Bingkai objek foto Anda. Jika Anda memotret pemandangan, coba manfaatkan ranting pohon sebagai foreground (latar depan) yang dapat membingkai foto Anda, bingkai ini tidak harus fokus dengan sempurna. Anda juga dapat melakukan pembingkaian dengan efektif jika memotret manusia. Foto sekumpulan anak-anak dapat dibingkai dengan menggunakan ban sebagai foreground. Kuncinya adalah, coba lebih kreatif dalam pembingkaian dengan memanfaatkan benda yang ada disekitar Anda.
Photo by Junichiro Aoyama
Gunakan rule of third. Bayangkan Anda membuat 2 garis horizontal dan 2 garis vertical hingga membagi area yang akan di foto menjadi 9 bagian yang sama besar kemudian tempatkan objek yang menjadi pusat perhatian di titik perpotongan garis horizontal dan vertical. Coba gunakan prinsip ini dalam mengambil foto, Anda akan mendapatkan hasil foto yang lebih menakjubkan.

Jika Anda memotret pemandangan, coba cari bentuk kurva “S” untuk dimasukkan ke dalam foto seperti aliran sungai yang berkelok atau jalan yang berkelok, selain itu Anda juga dapat memasukkan kurva yang terbentuk oleh bunga atau tanaman lainnya. Bentuk kurva pada foto lebih menarik untuk dilihat dari pada bentuk yang lurus-lurus saja.

Gunakan diagonal. Penggunaan elemen diagonal pada foto akan menarik mata menuju objek yang akan ditonjolkan sehingga foto terlihat lebih menakjubkan untuk dilihat.  


2. Foto yang menakjubkan adalah foto yang mempunyai eksposure yang tepat.

Foto dengan eksposure yang jelek takkan pernah menghasilkan foto yang menakjubkan. Meskipun dilakukan proses editing sedemikian rupa dengan software khusus tetap saja tidak akan menghasilkan foto yang lebih baik jika dibandingkan dengan foto yang mempunyai eksposure yang tepat. So, hindari foto yang under exposed atau over exposed.


3. Foto yang menakjubkan adalah foto yang bisa menggugah perasaan.

Sebuah foto yang bagus bisa membangkitkan emosi, Anda akan mengalami perasaan ngeri jika melihat foto perang atau tertawa senang melihat foto anak kecil yang lucu, foto yang bagus seharusnya bisa membangkit suatu perasaan yang kuat terhadap pemirsa. Jadi sebelum Anda memencet tombol Shutter, tanyakan pada diri Anda emosi apa yang ingin Anda bangkitkan melalui foto Anda.
Photo by Mike Wells

4. Foto yang menakjubkan adalah foto yang bisa menceritakan sebuah cerita.

Ini mungkin agak sulit untuk percaya pada awalnya, tetapi sebuah foto yang baik selalu menceritakan sebuah cerita. Jika itu sebuah foto seseorang, foto yang baik adalah tentang "siapa" orang itu. Jika sebuah foto pemandangan bercerita tentang suatu daerah, sebisa mungkin foto tersebut menunjukkan ke pemirsa tentang keadaan daerah tersebut, apakah daerah tersebut daerah yang sunyi di musim dingin atau daerah yang ramai dengan aktivitas di musim semi. Hal ini sama seperti perasaan apa yang Anda ingin bangkitkan melalui foto, foto yang menakjubkan juga bisa menceritakan cerita yang ingin Anda sampaikan.
Photo by Timothy H. O'Sullivan

5.  Foto yang menakjubkan adalah foto yang “berkata” sesuatu tentang kehidupan.

Foto-foto kenangan memberitahu sesuatu kepada pemirsa lebih dari sekedar apa yang terlihat pada foto tersebut. Kita semua banyak melihat foto-foto hewan lucu yang memiliki daya tarik yang sangat besar karena mereka seolah-olah “memberitahu” pemirsa bahwa mereka penuh kegembiraan dan kepolosan ketika bermain-main. Gunakan foto Anda untuk berkomunikasi tentang hal yang Anda ketahui tentang kehidupan nyata kepada pemirsa foto Anda.
Photo by Kevin Carter


Jika Anda menggunakan salah satu dari lima elemen diatas, setidaknya foto Anda mendapatkan pengakuan bahwa foto Anda adalah foto yang bagus. Semakin banyak elemen diatas yang Anda gunakan maka Anda semakin dekat dengan pengkuan “Wow, foto yang luar biasa!” dari pemirsa foto. Gunakan ke lima elemen tersebut untuk mendapatkan foto yang menjadi masterpiece Anda.
More about → 5 Element Untuk Foto Yang Menakjubkan

Cara Memulai Belajar Fotografi

Posted by kameranews.com on Wednesday, November 14, 2012


Bagi fotografer pemula yang ingin belajar fotografi tentunya akan terpikir tentang bagaimana sihcara memulai belajar fotografi?. Sebenarnya ada beberapa pilihan cara belajar fotografi, itu tergantung pada apa yang ingin Anda pelajari, dimana lingkungan Anda, bagaimana cara belajar yang Anda diinginkan, dll. Pilihan untuk belajar fotografi tersebut diantaranya:

1. Baca buku Manual Kamera. Sebelum Anda melangkah lebih jauh dalam mempelajari fotografi, alangkah baiknya Anda “berkenalan” dulu dengan kamera Anda. Pelajari setting-an dan fitur-fitur yang ada pada kamera sehingga hal tersebut akan mempermudah Anda dalam belajar fotografi.


2. Belajar Fotografi melalui kursus. Melalui kursus seorang fotografer pemula akan diajarkan semua tentang fotografi secara tertata melalui kurikulum yang sudah dibuat oleh penyelenggara kursus dan tentunya hal ini tidak gratis alias Anda harus membayar untuk ikut kursus fotografi tersebut.

3. Belajar Fotografi melalui buku. Jika Anda berkunjung ke toko buku, Anda akan menjumpai beberapa buku yang membahas tentang fotografi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Belajar fotografi trial and error. Terutama Anda telah memiliki beberapa dasar-dasar fotografi, ada banyak hal yang dapat Anda pelajari hanya dengan mencoba-coba. Mengubah setting-an pada kamera Anda, mengambil gambar, dan melihat hasil yang diperoleh. Dan Anda memiliki pilihan untuk melakukan percobaan dengan mempraktekkan teori-teori atau setting-an kamera yang Anda dapat dengan hasil yang Anda peroleh. Jika Anda melakukannya trial and error secara rutin, maka Anda dapat memperkirakan efek dari setting-an kamera terhadap hasil yang akan diperoleh atau Anda dapat memperkirakan setting-an kamera yang pas terhadap objek yang akan di potret agar menghasilkan foto yang bagus.

5. Belajar fotografi melalui Internet. Ada banyak website-website atau blog yang bisa Anda temui di internet yang membahas tentang fotografi di berbagai level (termasuk blog ini lho.. :D), Anda dapat menyesuaikannya dengan tingkat keahlian Anda. Selain itu ada juga website yang menyediakan komunitas online tentang fotografi seperti flicker.com, 500px.com, dll. Anda dapat meng-upload hasil karya Anda, menemukan komunitas yang sesuai dengan minat fotografi Anda, mempelajari setting-an kamera dari foto yang dihasilkan, dll.

6. Belajar fotografi di komunitas fotografi.Dalam banyak bidang, terutama kota-kota besar, ada banyak fotografer yang berhubungan satu sama lain melalui suatu komunitas, baik fotografi umum maupun komunitas dengan minta fotografi yang sama. Melalui komunitas ini Anda dapat berbagi ilmu tentang fotografi, tips & trik fotografi serta hunting foto bersama.
More about → Cara Memulai Belajar Fotografi

6 Hal Yang Diperlukan Dalam Merekam Objek Melalui Kamera

Posted by kameranews.com on Thursday, October 25, 2012

Hal pertama dan yang penting untuk di mengerti dalam dunia fotografi DSLR modern adalah perekaman objek yang harus memiliki 6 hal berikut:
Cahaya  - Anda tidak dapat memotret suatu objek tanpa adanya cahaya.
Media – Alat untuk merekam cahaya atau objek.
Aperture – Lobang tempat cahaya masuk.
Shutter Speed – Waktu yang dibutuhkan cahaya masuk melalui lobang atau Aperture.
Composition – Apa yang menjadi objek foto Anda dan bagaimana komposisinya.
Optik – Ini adalah lensa yang dipasang pada kamera DSLR dan alat untuk memfokuskan cahaya.
Berikut detail tentang 6 hal Utama yang dibutuhkan dalam merekam objek:
CAHAYA
Untuk membuat suatu foto, Anda harus membutuhkan cahaya. Cahaya boleh jadi berasal dari yang alami (cahaya matahari/bulan) atau cahaya buatan seperti cahaya dari bola lampu atau flash. Cahaya yang sensitif terhadap mata kita disebut cahaya visible atau yang tampak mata, cahaya lainnya adalah cahaya non-visible atau yang tidak tampak seperti cahaya ultraviolet, infra red atau x-ray yang sensitif terhadap makhluk yang lain atau benda-benda lain. Kita tidak dapat melihat bentuk cahaya non-visible tetapi sebagian binatang bisa melihatnya meskipun kita mempunyai media yang dapat merekamnya dalam sebuah foto.
MEDIA
Film dan sensor digital adalah material atau media perekam cahaya yang berbeda dalam hal sensitifitas yang biasa disebut ISO (kecepatan film).
 Kamera Film: Dengan kamera film, cahaya masuk melalui lensa langsung menuju film
Kamera Digital: Dengan kamera digital, cahaya langsung masuk menuju sensor. Sinyal keluaran sensor akan di proses oleh prosesor pada kamera untuk menciptakan data gambar yang akan disimpan dalam memory card. Gambar dapa dilihat secara bersamaan pada display kamera.
APERTURE (Av) 
Ukuran lobang tempat cahaya masuk ke media perekam. Sebagai contoh adalah kamera lobang jarum, lobang ini memfikuskan cahaya dari suatu objek ke media perekam. Walau bagaimana pun bentuk gambar yang berkualitas secara efektif dihasilkan dari lensa dengan memfokuskan cahaya dan aperture yang bisa diatur yang terdapat di dalam lensa akan menontrol jumlah cahaya yang masuk.

Aperture pada lensa, ukuran lobang ditandai dengan nilai f-stop

SHUTTER SPEED (Tv) 
Waktu lamanya cahaya melewati lobang (Aperture). Shutter speed mempunyai kemampuan untuk menangkap objek yang bergerak dengang menggunakan Shutter Speed yang lebih cepat atau dapat membiarkan objek menjadi blur atau kabur dengan menggunakan Shutter Speed yang lambat. Waktu bagi cahaya yang masuk biasanya diatur melalui suatu “jendela” yang membuka dan menutup yang di sebut Shutter. Kita dapat mengontrol waktu bukaan Shutter dari satuan jam hingga detik.
Shutter pada kamera, kecepatan buka tutup nya disebut Shutter Speed.

KOMPOSISI
Apa yang ada dalam foto Anda dan bagaimana komposisinya. Hal ini juga termasuk sudut pandang, perspektif, warna, kontras dan objek Anda sendiri. Untuk mempelajari tentang komposisi dapat dilihat pada artikel elemen komposisi dalam fotografi bagian 1, elemen komposisi dalam fotografi bagian 2, elemen komposisi dalam fotografi bagian 3.

OPTIK
Sebuah lensa yang memfokuskan cahaya ke titik tertentu pada media. Tergantung kepada tipe lensa, bentuk, jumlah elemen serta jarak titik fokus akan menentukan apakah objek dibesarkan atau memberikan pandangan yang luas dari pada mata Anda.
Ilustrasi elemen-elemen dalam lensa
Dari 6 hal utama yang diatas, 2 diantaranya adalah penting untuk dipelajari dan benar-benar dimengerti yaitu Aperture (ukuran lobang yang bisa diatur pada lensa) dan Shutter Speed (pengaturan terhadap lamanya merekam cahaya). 2 hal tersebut adalah fungsi kontrol utama mekanik kamera SLR Anda, jika Anda belajar untuk mengontrol secara manual maka semua area lain dari fotografi menjadi lebih mudah untuk dipahami. Jika Anda hanya menggunakan kamera digital SLR Anda dalam mode otomatis maka Anda tidak akan pernah benar-benar mendapatkan keuntungan dari hal-hal kreatif dari kamera DSLR Anda.

Sebagai gambaran singkat Aperture yang lebih kecil akan melewatkan cahaya yang sedikit dan aperture besar akan melewatkan cahaya yang lebih banyak. Suatu Shutter Speed yang lambat atau panjang akan membiarkan lebih banyak cahaya masuk dan Shutter Speed yang cepat atau singkat akan membiarkan sedikit cahaya yang masuk. Dalam fotografi ketika kita mengatur Aperture kita perlu mengatur Shutter Speed atau sebaliknya untuk mengkompensasi cahaya yang diterima oleh media akar foto tidak overexposed (OE, terlalu terang) atau underexposed (UE, terlalu gelap).
Perbandingan Underexposed, exposure yang pas dan Overexposure

More about → 6 Hal Yang Diperlukan Dalam Merekam Objek Melalui Kamera

Foto-Foto Perumahan di Pekanbaru Riau

Posted by kameranews.com on Wednesday, October 24, 2012

Ketika orang ingin mencari rumah hunian, baik berupa perumahan walaupun rumah bulatan. Tentu saja ingin melihat langsung seperti apa rumah tersebut. Maraknya informasi jual beli rumah di internet seharusnya juga menampilkan foto-foto. Berikut ini salahsatu foto Perumahan Pekanbaru yang mungil dan umut, cocok bagi Anda yang baru berkeluarga ataupun masih lajang.
Ini adalah foto rumah mungil dengan paduan warna di Perumahan Pekanbaru, masih banyak lagi foto lainnya, hanya saja saya tidak sempat berlama-lama di Pekanbaru, karena harus dikejar jadwal keberangkatan pesawat menuju kota tempat saya bekerja. Nah ini ada satu foto lagi Perumahan Pekanbaru.
Penampakannya hampir mirip serta modelnya juga, sepertinya di Pekanbaru banyak masyarakat meminati jenis rumah seperti ini. Terutapa perumahan type 36. Selain harga terjangkau dan banyak peminat, kalau teman-teman ingin banyak tau tentang Perumahan Pekanbaru bisa langsung kunjungi website yang menyediakan info jual beli rumah, serta membantu Anda menemukan rumah idaman, bahkan bisa membantu Anda untuk menjualkan rumah, ini websitenya Rumah.Pekanbaru.Co. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di artikel dan foto-foto selanjutnya :D
More about → Foto-Foto Perumahan di Pekanbaru Riau

Mengapa Kita Memotret?

Posted by kameranews.com on Saturday, October 20, 2012

Ketika seseorang melihat selembar foto, apa sebenarnya yang ia lihat? Hanya gambarnya atau cerita dalam gambar tersebut? Atau pesan tertentu dari simbolisasi gambar? Atau kenangan tertentu?



Pada dasarnya selembar foto adalah media ungkapan berkomunikasi seorang fotografer kepada pengamat foto tersebut. Sebuah foto adalah ungkapan bahasa gambar/visual seseorang. Jika kita mengarahkan kamera ke suatu obyek tertentu, dalam benak pemotret akan muncul keinginan memperlihatkan hasil fotonya kepada “seseorang”. Seseorang di sini bisa dirinya sendiri sebagai penikmat, maupun publik secara luas. Keingian bercerita terkadang menjadi kebutuhan seseorang. Sehingga pada saat itulah foto menjadi alat untuk berkomunikasi, sebagai media untuk bercerita.
Dengan foto, seseorang dapat bercerita lebih akurat tentang suatu peristiwa, kegiatan, ekspresi, kenangan, nostalgia, bahkan berbagi ide atau gagasan. Jika ungkapan berbahasa yang disampaikan tidak jelas, maka arti dari peristiwa tersebut pun menjadi kabur.

Untuk dapat mengungkapkan secara baik melalui foto, maka tata bahasa yang digunakan pun harus tepat dan sesuai dengan konteksnya. Tata bahasa dalam bahasa visual fotografi meliputi penerapan teknik, komposisi dan tata cahaya, serta estetika. Aplikasi yang tepat menyebabkan seorang pengamat akan memahami dan mengerti arti ungkapan fotografernya.

Banyak ragam informasi yang dapat diungkapkan pemotret kepada audiensnya, sehingga muncul istilah-istilah dan kategori dalam fotografi yang mengacu pada obyek pemotretannya, seperti: foto pemandangan, foto anak, foto model, foto still life (alam benda), foto produk, foto arsitektur, dan sebagainya. Selain itu muncul juga istilah dalam fotografi yang mengaju pada tujuan pemotretannya, misal: foto komersial, foto seni, foto dokumentasi, foto jurnalistik, foto salon, dan lain sebagainya.


Meskipun demikian pengkotakan kategori tersebut bersifat relatif. Dalam arti, selembar foto dapat berganda kategori. Sebuah foto mbah Maridjan, dapat berarti foto dokumentasi bagi mbah Maridjan sendiri, dapat menjadi foto iklan (komersial) bagi Sido Muncul, dan dapat menjadi foto jurnalistik bagi pewarta foto. Penekanan pada kategori dapat membingungkan pemula, oleh karena itu yang lebih penting adalah menekankan pada tujuan pemotretan dan konsep yang mendasari pemotretan tersebut. Namun demikian jika tenyata digunakan untuk tujuan lain dan memadai, mengapa tidak?

Bagaimanapun sederhananya sebuah tujuan pemotretan, maka yang harus diperhatikan adalah ketrampilan pengoperasian kamera. Menguasai kamera adalah ketrampilan wajib. Setiap kamera memiliki karakteristiknya sendiri, oleh karena itu kamera yang kita miliki harus dipahami cara kerjanya.

Untuk mengerti cara kerja kamera, sebenarnya relatif mudah, yaitu dengan mempelajari manual book-nya. Dalam buku petunjuk penggunaan kamera tersebut, tertulis lengkap bagaimana mempergunakan kamera dan bagaimana perawatannya. Ikuti petunjuknya dengan seksama, maka dijamin kita menjadi pakar tentang kamera tersebut.
Mengerti cara kerja kamera, baru satu ketrampilan dasar. Syarat berikutnya untuk dapat bertutur dengan bahasa visual fotografi adalah ketrampilan mengatur komposisi. Pengaturan komposisi menjadi faktor penting karena sebuah gambar akan dinilai kualitasnya dari cara penyusunan elemen gambar yang ada. Dimana meletakkan obyek utama, bagaimana menjadikan obyek utama menonjol, siapa yang menjadi pusat perhatian, bagaimana mengatur irama, warna, bidang, dan sebagainya.

Ketrampilan dasar yang lain adalah tata cahaya. Meskipun fotografi membutuhkan cahaya, namun bukan sembarang cahaya yang dapat membentuk foto. Ada banyak pengaturan cahaya, yang mendasari pembuatan foto. Baik itu mengenai arah cahaya, maupun kualitas cahayanya. Ada lighting dari depan, samping, maupun dari belakang obyek. Ada juga cahaya yang soft, untuk memotret wanita dan anak-anak, dan cahaya yang hard untuk memotret pria.
Selain itu semua, dibutuhkan juga wawasan estetis dari setiap pemotret. Keindahan apa yang akan diungkapkan, sangat tergantung dari wawasan masing-masing orang. Bagi orang papua, esensi keindahannya tentu berbeda dibanding orang jawa. Oleh karena itu, idiom-idiom dan simbolisasi pun menjadi sangat relatif-subyektif. Semakin luas wawasannya, semakin kaya juga kemampuan daya ungkapnya.

Bagaimanapun juga fotografi adalah bagian tak terpisahkan dari seni rupa. Ada kaidah-kaidah kesenirupaan yang terkandung di dalamnya. Pemotret pun harus memahami unsur-unsur estetis, sehingga fotonya indah dilihat, enak dipandang.


Terakhir, foto tidak hanya indah, namun juga harus implisit ada pesan di dalamnya. Ada sesuatu yang ingin disampaikan. Penikmat pun diharapkan menangkap pesan tersebut, dan merenungi makna yang terkandung.

Referensi: 
http://www.amittophoto.co.cc/
More about → Mengapa Kita Memotret?

Menemukan dan Mempekerjakan Fotografer Pernikahan

Posted by kameranews.com on Monday, October 8, 2012

Perfect Wedding Photographer
Anda telah menghabiskan banyak waktu dan uang merencanakan hari istimewa Anda. Anda telah mengambil kebanggaan besar dalam jenis pernikahan Anda akan memiliki. Satu hal yang Anda akan inginkan adalah hari istimewa Anda direkam untuk semua waktu.Gambar dan resepsi pernikahan Anda adalah sesuatu yang Anda akan menghargai selama sisa hidup Anda. Anda ingin seseorang mengambil foto-foto yang tahu apa yang mereka lakukan, dan bagaimana untuk mendapatkan gambar yang mengesankan.

Profesional vs Teman?


Kebanyakan pengantin dan calon pengantin pria menghadapi keputusan ini. Mereka punya teman yang suka mengambil gambar sebagai hobi dan menawarkan untuk mengambil gambar pernikahan mereka sebagai hadiah. Menyimpan uang adalah sesuatu yang semua orang ingin lakukan, tetapi ada beberapa tempat Anda tidak harus berhemat pada. Foto-foto pernikahan Anda adalah salah satu dari hal-hal. Kecuali teman Anda memiliki pekerjaan sebagai fotografer, menyewa seorang profesional adalah pilihan terbaik. Profesional akan memiliki peralatan terbaik dan memiliki pengetahuan untuk mendapatkan gambar yang tepat.


Kapan sebaiknya Anda mulai mencari seorang fotografer?Anda bertaruh terbaik adalah untuk menyewa satu di banyak waktu, lebih setahun sebelum tanggal pernikahan Anda. Banyak fotografer yang dipesan jauh di muka, terutama yang benar-benar baik.


Bagaimana saya menemukan satu yang baik?Menemukan seorang fotografer yang baik adalah tidak terlalu sulit. Pernikahan dan acara pengantin adalah tempat yang indah untuk mendapatkan nama dan informasi harga. Majalah pengantin lain adalah tempat yang baik untuk melihat. Meminta seorang teman yang telah memiliki pernikahan baru adalah cara terbaik untuk tidak hanya menemukan seorang fotografer, tetapi mendapatkan referral juga. Anda juga dapat menemukan daftar untuk fotografer di halaman kuning, tetapi menggunakan ini hanya untuk mendapatkan sebuah daftar. Pernah mempekerjakan seseorang tanpa memeriksa mereka terlebih dahulu.


Meneliti pilihan AndaAda banyak cara untuk memeriksa fotografer dalam daftar Anda. Kebanyakan profesional memiliki situs web. Meskipun Anda harus ingat fotografer menaruh semua informasi yang di situs mereka, itu masih tempat yang baik untuk memulai. Mereka harus memiliki contoh dari pekerjaan mereka, bersama dengan paket foto dan harga. Anda juga akan ingin menghubungi Better Business Bureau di daerah Anda untuk melihat apakah fotografer telah dilaporkan. BBB Kebanyakan situs web, jadi memeriksa mudah.


ReferensiSetiap fotografer dalam bisnis harus mampu memberikan daftar pelanggan masa lalu. Ketika Anda menelepon, pastikan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut: 

1. Adalah fotografer tepat waktu? 
2. Adalah biaya yang masuk akal?
3. Apakah Anda mendapatkan gambar yang Anda inginkan?
4. Apakah Anda mendapatkan mereka dalam kerangka waktu yang Anda dikutip?
5. Apakah Anda memiliki masalah dengan fotografer, atau staf mereka? 
Klien masa lalu lebih cenderung untuk jujur ​​dengan pelanggan potensial dibandingkan dengan fotografer sendiri.

Setelah Anda telah mempersempit daftar ke favorit Anda, sekarang saatnya untuk mulai memanggil mereka untuk tanda kutip. Ingatlah untuk selalu mendapatkan penawaran secara tertulis. Itu membuat lebih mudah di kemudian hari mengingat apa fotografer yang dijanjikan. Berikut adalah sebelas pertanyaan Anda harus bertanya setiap fotografer potensial.


1. Apakah Anda berlisensi?

2. Berapa lama Anda seorang fotografer? 
3. Apakah Anda akan mengambil gambar saya, atau akan salah satu staf Anda? 
4. Jika salah satu staf Anda akan mengambil gambar, akan saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu mereka sebelumnya? 
5. Apakah Anda telah mengatur paket yang tersedia, dan apa biaya untuk masing-masing?
6. Berapa lama saya harus menunggu untuk gambar saya? 
7. Apakah Anda melakukan album pernikahan juga, atau apakah saya harus menyediakan sendiri? 
8. Berapa banyak waktu yang Anda habiskan di pernikahan saya? Pada penerimaan saya? 
9. apakah ada biaya untuk lembur, harus ada masalah atau diperlukan waktu lebih lama dari yang Anda awalnya dikutip? 
10. Apakah Anda melakukan pose tradisional, serta yang unik Anda sendiri?
11. Apakah foto-foto saya tersedia secara online untuk keluarga dan teman-teman untuk memesan untuk diri mereka sendiri, atau harus saya melakukan semua pemesanan saya melalui langsung Anda?

Anda akan memiliki pertanyaan event terkait lainnya untuk meminta fotografer potensial Anda. Satu pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri Anda adalah jika Anda merasa nyaman dengan fotografer ini. Seorang fotografer profesional akan berusaha untuk membuat hari istimewa Anda berjalan mulus. Seorang fotografer profesional tidak akan memaksa, kasar, bergegas, atau jengkel. Jika fotografer Anda wawancara tampaknya menjadi salah satu dari hal-hal ini, tidak mempekerjakan dia. Anda akan ditekankan cukup sebelum, selama dan setelah pernikahan Anda, Anda tidak perlu fotografer Anda untuk membuatnya lebih buruk.


Sebuah pernikahan adalah khusus bahkan dan layak untuk diingat. Foto-foto adalah cara yang baik untuk menunjukkan keindahan hari dan mempekerjakan fotografer yang tepat akan membuat kenangan Anda semua yang lebih khusus.
More about → Menemukan dan Mempekerjakan Fotografer Pernikahan

Jenis-Jenis Fotografi (Bagian - 2)

Posted by kameranews.com on Wednesday, September 26, 2012

Sambungan dari artikel sebelumnya... Jenis-jenis Fotografi (Bagian - 1)

11. Fotografi Periklanan (Advertising Photography)
Karena fotografi memainkan peran penting dalam periklanan, fotografer profesional banyak memutuskan karier mereka sebagai fotografer periklanan. Fotografi iklan butuh hasil yang unik dan eye-catching hal ini berarti fotografer dapat memainkan beberapa jenis fotografi, termasuk fotografi makro dan fotografi glamor. 
 
12. Fotografi Perjalanan (Travel Photography)
Fotografi perjalanan adalah jenis fotografi yang melibatkan dokumentasi pemandangan suatu daerah, orang, budaya, adat istiadat dan sejarah. Society of America Fotografi mendefinisikan foto perjalanan sebagai foto yang mengekspresikan perasaan dari waktu dan tempat, menggambarkan daerah, orang-orangnya, atau budaya dalam keadaan aslinya, dan tidak memiliki keterbatasan geografis.
Perjalanan fotografi dapat dibuat oleh para profesional atau amatir. Contoh fotografi perjalanan profesional dapat ditemukan di majalah National Geographic. Fotografi perjalanan amatir sering dibagi secara online melalui situs berbagi foto seperti Flickr atau situs jejaring social seperti Facebook.
 

13. Fotografi Vernakular (Vernacular Photography)
Fotografi vernacular sering disebut juga fotografi amatir karena mengacu kepada penciptaan foto oleh fotografer amatir atau fotografer yang tidak dikenal yang mengambil foto kehidupan sehari-hari dan hal-hal yang umum sebagai objek. Contoh foto vernakular adalah foto perjalanan dan liburan, foto-foto keluarga, foto teman-teman, foto, dll.
 

14. Fotografi Jalanan (Street Photography)
Fotografi jalanan adalah jenis fotografi dokumenter yang menampilkan objek dalam situasi candid di tempat umum seperti jalanan, taman, pantai, mall, dll.
 

15. Fotografi Malam (Night Photography)
Fotografi malam, seperti namanya, adalah pengambilan foto outdoor di senja atau pada malam hari. Karena kurangnya cahaya yang tersedia dalam fotografi malam hari, fotografer akan menggunakan pencahayaan buatan atau menggunakan eksposure yang lama untuk memastikan bahwa sensor cukup menerima cahaya dari objek.


16. Fotografi Infra Merah (Infra Red Photography)
Fotografi inframerah mengacu pada jenis fotografi di mana foto yang diambil sensitif terhadap cahaya inframerah. Dalam fotografi inframerah, biasanya fotografer menggunakan filter yang hanya melewatkan panjang gelombang inframerah menuju sensor dan menghasilkan sebuah foto. Panjang gelombang warna untuk foto yang biasa adalah 400nm (nano meter) hingga 700nm sedangkan infra red mempunyai panjang gelombang 700nm sampai 1200nm.
Hasil dari foto inframerah bisa menjadi foto hitam-putih yang kontras atau foto false-color, seperti contohnya warna daun yang hijau segar akan terlihat putih, pemandangan yang panas akan tampak seperti di musim salju dan seperti di dunia lain.

 

17. Fotografi Balistik (Ballistics Photography)
Balistik Fotografi adalah jenis fotografi yang berhubungan dengan pengambilan foto dari peluru yang ditembakkan dari pistol atau peluru yang menembus target masing-masing. Teknik-teknik yang terlibat dengan mengambil foto terkait balistik adalah sama dengan yang untuk setiap subjek lain dari fotografi kecepatan tinggi, seperti gambar dari percikan cairan atau popping balon.
Seperti halnya fotografi khusus yang lain, fotografi balistik menuntut seperangkat peralatan tertentu. Selain flash berkecepatan tinggi, seorang fotografer juga perlu pemicu untuk menyelaraskan kecepatan flash dengan kamera yang berkecepatan tinggi.
 

18. Fotografi Hitam-Putih (Black and White Photography)
Pada awal sejarah fotografi, fotografi hitam-putih adalah satu-satunya pilihan seorang fotografer untuk mengambil gambar. Bahkan ketika foto berwarna sudah tersedia, foto hitam-putih pada awalnya mempunyai kualitas yang lebih baik dan lebih murah untuk mengembangkan daripada foto berwarna.
Seiring dengan kualitas foto berwarna semakin membaik, foto berwarna menjadi pilihan yang lebih populer sehingga menyebabkan popularitas fotografi hitam-putih menurun. Akan tetapi fotografi hitam-putih untuk saat ini lebih cenderung digunakan untuk menimbulkan efek tertentu sehingga foto yang dihasilkan lebih bermakna.

 

19. Fotografi Perperangan (War Photography)
Fotografi perperangan menangkap foto dari konflik bersenjata dan kehidupan di daerah yang dilanda perang. Meskipun foto-foto dapat memberikan representasi yang lebih langsung daripada lukisan atau gambar, foto-foto tersebut kadang-kadang dimanipulasi sehingga menciptakan foto yang tidak obyektif dalam jurnalistik.

 

20. Fotografi Busana (Fashion Photography)
Fotografi busana adalah jenis fotografi yang berkonsentrasi pada mengambil foto dari pakaian atau aksesoris (pada model atau sendirian) yang akan diterbitkan di majalah fashion, iklan atau beredar di kalangan desainer.
 

More about → Jenis-Jenis Fotografi (Bagian - 2)